Sabtu, 29 November 2014

Agen asuransi ujung tombak perencanaan keuangan

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Hendrisman Rahim mengatakan agen asuransi merupakan ujung tombak sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keuangan terhadap masyarakat di pelosok-pelosok daerah.

"Asuransi bukan hanya diperlukan oleh kalangan masyarakat menengah melainkan di kalangan masyarakat bawah. Namun, informasi tentang asuransi tidak menjangkau masyarakat yang tinggal di pelosok daerah," ujar Hendrisman Rahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/10).

Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013 menunjukan bahwa baru 17,84 persen, atau hanya sekitar 18 dari setiap 100 penduduk Indonesia, yang sudah mengerti manfaat asuransi dengan baik (well literate) dan hanya sekitar 12 dari setiap 100 penduduk Indonesia yang menggunakan produk dan jasa perasuransian atau 11,81 persen.

Karena itu, lanjutnya, diperlukan agen-agen asuransi yang memiliki kompetensi, profesionalitas dan komitmen tinggi untuk menjalani profesinya.

Namun, menciptakan seorang agen profesional membutuhkan waktu dan proses panjang yang berkesinambungan serta melibatkan banyak pihak.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan sertifikasi keagenan, agen yang sudah mengikuti ujian sertifikasi diharapkan dapat memahami dan mengerti benar profesi agen, produk, pengetahuan, dan etika profesi agen.

Apabila semakin banyak agen ikut ujian sertifikasi, semakin banyak agen yang telah mempelajari pengetahuan dan etika tentang asuransi.

"Target kami pada akhir 2015 terdapat 500 ribu agen. Kami telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai hal tersebut, antara lain menurunkan biaya ujian sertifikasi keagenan, membuka pusat-pusat ujian di berbagai kota sampai ke kota kabupaten untuk memudahkan agen ikut ujian serta membuka jadwal ujian yang lebih bervariatif," ujar dia.

Ia mengatakan agen asuransi merupakan profesi menjanjikan. Mereka mempunyai tugas mulia, menawarkan produk dan jasa yang dibutuhkan sepanjang masa, dari kelahiran hingga pada akhir kehidupan manusia.

"Ke depan, saya ingin masyarakat lebih menghargai profesi agen asuransi. Saya juga ingin para agen lebih meningkatkan kemampuan dan pengetahuan asuransi serta perencanaan keuangan, agar dapat bersaing saat era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar