Financial Planner ( FP ) adalah seorang tenaga profesional yang memberikan solusi perencanaan keuangan terbaik bagi nasabahnya melelui produk produk yang di tawarkan SINARMAS MSIG Life . Financial Planner juga berperan penting dalam membantu nasabah merencanakan keuangan untuk memenuhi masa depannya .
Lowongan Kerja Jabodetabek I MSIG Finance I Financial Planner 2014
Jumat, 05 Desember 2014
Prosedur
1 Mengikuti Preview Pengenalan Perusahaan
2. Mengisi Form Aplikasi Keagenan dan melengkapi data² Pribadi dengan melampirkan (Pas 3×4 masing² 2 buah).
3. Melampirkan Foto Copy buku rekening/tabungan (halaman depan dimana terdapat nomor rekening).
4. Mengikuti Training Basic
5. Mengikuti Ujian Lisensi AAJI
2. Mengisi Form Aplikasi Keagenan dan melengkapi data² Pribadi dengan melampirkan (Pas 3×4 masing² 2 buah).
3. Melampirkan Foto Copy buku rekening/tabungan (halaman depan dimana terdapat nomor rekening).
4. Mengikuti Training Basic
5. Mengikuti Ujian Lisensi AAJI
Persyaratan
1.Pria/Wanita sehat jasmani dan rohani
2.Memiliki semangat yang tinggi dan berkeinginan mempunyai Time & Financial
Freedom
3.Mampu bekerja mandiri maupun secara team
4.Bersedia mengikuti pelatihan menjadi Agen Sinarmas MSIG
5.Pengalaman, TIDAK diutamakan (karena akan di training) Apabila Anda tertarik untuk bergabung sebagai Tenaga Pemasaran mohon untuk mengirimkan Data / Curiculum Vitae Anda ke :
Email : otto.cipto@gmail.com
2.Memiliki semangat yang tinggi dan berkeinginan mempunyai Time & Financial
Freedom
3.Mampu bekerja mandiri maupun secara team
4.Bersedia mengikuti pelatihan menjadi Agen Sinarmas MSIG
5.Pengalaman, TIDAK diutamakan (karena akan di training) Apabila Anda tertarik untuk bergabung sebagai Tenaga Pemasaran mohon untuk mengirimkan Data / Curiculum Vitae Anda ke :
Email : otto.cipto@gmail.com
Sabtu, 29 November 2014
Agen asuransi ujung tombak perencanaan keuangan
Ketua Umum Dewan Asuransi
Indonesia (DAI) Hendrisman Rahim mengatakan agen asuransi merupakan
ujung tombak sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya perencanaan
keuangan terhadap masyarakat di pelosok-pelosok daerah.
"Asuransi bukan hanya diperlukan oleh kalangan masyarakat menengah melainkan di kalangan masyarakat bawah. Namun, informasi tentang asuransi tidak menjangkau masyarakat yang tinggal di pelosok daerah," ujar Hendrisman Rahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/10).
Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013 menunjukan bahwa baru 17,84 persen, atau hanya sekitar 18 dari setiap 100 penduduk Indonesia, yang sudah mengerti manfaat asuransi dengan baik (well literate) dan hanya sekitar 12 dari setiap 100 penduduk Indonesia yang menggunakan produk dan jasa perasuransian atau 11,81 persen.
Karena itu, lanjutnya, diperlukan agen-agen asuransi yang memiliki kompetensi, profesionalitas dan komitmen tinggi untuk menjalani profesinya.
Namun, menciptakan seorang agen profesional membutuhkan waktu dan proses panjang yang berkesinambungan serta melibatkan banyak pihak.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan sertifikasi keagenan, agen yang sudah mengikuti ujian sertifikasi diharapkan dapat memahami dan mengerti benar profesi agen, produk, pengetahuan, dan etika profesi agen.
Apabila semakin banyak agen ikut ujian sertifikasi, semakin banyak agen yang telah mempelajari pengetahuan dan etika tentang asuransi.
"Target kami pada akhir 2015 terdapat 500 ribu agen. Kami telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai hal tersebut, antara lain menurunkan biaya ujian sertifikasi keagenan, membuka pusat-pusat ujian di berbagai kota sampai ke kota kabupaten untuk memudahkan agen ikut ujian serta membuka jadwal ujian yang lebih bervariatif," ujar dia.
Ia mengatakan agen asuransi merupakan profesi menjanjikan. Mereka mempunyai tugas mulia, menawarkan produk dan jasa yang dibutuhkan sepanjang masa, dari kelahiran hingga pada akhir kehidupan manusia.
"Ke depan, saya ingin masyarakat lebih menghargai profesi agen asuransi. Saya juga ingin para agen lebih meningkatkan kemampuan dan pengetahuan asuransi serta perencanaan keuangan, agar dapat bersaing saat era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan
"Asuransi bukan hanya diperlukan oleh kalangan masyarakat menengah melainkan di kalangan masyarakat bawah. Namun, informasi tentang asuransi tidak menjangkau masyarakat yang tinggal di pelosok daerah," ujar Hendrisman Rahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/10).
Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013 menunjukan bahwa baru 17,84 persen, atau hanya sekitar 18 dari setiap 100 penduduk Indonesia, yang sudah mengerti manfaat asuransi dengan baik (well literate) dan hanya sekitar 12 dari setiap 100 penduduk Indonesia yang menggunakan produk dan jasa perasuransian atau 11,81 persen.
Karena itu, lanjutnya, diperlukan agen-agen asuransi yang memiliki kompetensi, profesionalitas dan komitmen tinggi untuk menjalani profesinya.
Namun, menciptakan seorang agen profesional membutuhkan waktu dan proses panjang yang berkesinambungan serta melibatkan banyak pihak.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan sertifikasi keagenan, agen yang sudah mengikuti ujian sertifikasi diharapkan dapat memahami dan mengerti benar profesi agen, produk, pengetahuan, dan etika profesi agen.
Apabila semakin banyak agen ikut ujian sertifikasi, semakin banyak agen yang telah mempelajari pengetahuan dan etika tentang asuransi.
"Target kami pada akhir 2015 terdapat 500 ribu agen. Kami telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai hal tersebut, antara lain menurunkan biaya ujian sertifikasi keagenan, membuka pusat-pusat ujian di berbagai kota sampai ke kota kabupaten untuk memudahkan agen ikut ujian serta membuka jadwal ujian yang lebih bervariatif," ujar dia.
Ia mengatakan agen asuransi merupakan profesi menjanjikan. Mereka mempunyai tugas mulia, menawarkan produk dan jasa yang dibutuhkan sepanjang masa, dari kelahiran hingga pada akhir kehidupan manusia.
"Ke depan, saya ingin masyarakat lebih menghargai profesi agen asuransi. Saya juga ingin para agen lebih meningkatkan kemampuan dan pengetahuan asuransi serta perencanaan keuangan, agar dapat bersaing saat era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan
Langganan:
Komentar (Atom)